DESTINASI PARIWISATA RAMAH LINGKUNGAN: PRAKTIK BERKELANJUTAN YANG MENGUBAH INDUSTRI

  • Putu Herny Susanti Prodi DIV Manajemen Pariwisata, Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional
  • Febianti Febianti Prodi DIV Manajemen Pariwisata, Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional
  • Rahmawati Rahmawati Prodi Destinasi Pariwisata PSDKU Sragen, Politeknik Pariwisata Bali
  • Ni Luh Putu Intan Nirmalasari Fakultas Vokasi, Prodi D IV Manajemen Perhotelan, Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional
Keywords: Pariwisata Ramah Lingkungan Yang Mengubah Industri

Abstract

Pertumbuhan pesat industri pariwisata selama beberapa dekade terakhir memberikan manfaat ekonomi yang signifikan, tetapi juga membawa dampak negatif pada lingkungan dan masyarakat lokal. Kesadaran akan pentingnya pariwisata berkelanjutan telah meningkat, dan praktik berkelanjutan menjadi kunci untuk mengubah industri pariwisata menjadi kekuatan positif yang mendukung ekosistem lingkungan dan kesejahteraan sosial. Destinasi pariwisata ramah lingkungan berkomitmen untuk mengurangi dampak negatif pariwisata pada lingkungan alam, budaya, dan masyarakat setempat, dengan tujuan menjaga pariwisata yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Praktik berkelanjutan dalam industri pariwisata mencakup penggunaan sumber daya yang bertanggung jawab, pengembangan ekowisata, penggunaan transportasi berkelanjutan, pendidikan pariwisata berkelanjutan, keterlibatan komunitas lokal, konservasi lingkungan, dan sertifikasi berkelanjutan. Pada Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi praktik berkelanjutan dalam destinasi pariwisata ramah lingkungan dengan menggunakan metode campuran yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Adapun Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik berkelanjutan telah membawa perubahan positif dalam industri pariwisata di destinasi tertentu, termasuk pengurangan jejak lingkungan, manajemen limbah yang lebih baik, dan partisipasi masyarakat lokal. Tantangan seperti biaya pelaksanaan praktik berkelanjutan dan masalah regulasi harus diatasi dalam upaya mencapai pariwisata yang lebih berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil diperlukan untuk mencapai tujuan pariwisata yang berkelanjutan. Pariwisata yang berkelanjutan dapat menciptakan peluang ekonomi baru dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih merata. Dengan begitu, kesimpulan ini merangkum pentingnya perubahan menuju praktik pariwisata yang lebih berkelanjutan, yang tidak hanya melibatkan melindungi lingkungan dan mendukung masyarakat lokal, tetapi juga memiliki dampak positif pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam konteks Indonesia, upaya seperti ini sangat penting untuk melestarikan daya tarik pariwisata dan mendukung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan di negara ini.

References

Andereck, K. L., Valentine, K. M., Knopf, R. C., & Vogt, C. A. (2005). Residents' perceptions of community tourism impacts. Annals of Tourism Research, 32(4), 1056-1076.
Bohdanowicz, P. (2006). European hoteliers’ environmental attitudes: Greening the business. Cornell Hotel and Restaurant Administration Quarterly, 47(3), 227-236.
Boyle, G. (2012). Renewable Energy: Power for a Sustainable Future. Oxford University Press.
Bryman, A. (2016). Social research methods. Oxford University Press.
Brynjolfsson, E., & McAfee, A. (2014). The Second Machine Age: Work, Progress, and Prosperity in a Time of Brilliant Technologies. W. W. Norton & Company.
Buckley, R. (2009). Environmental impacts of ecotourism. CABI.
Christopher, M. (2016). Logistics & Supply Chain Management. Pearson UK.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2017). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage publications.
----------------- (2017). Designing and conducting mixed methods research. Sage publications.
Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (Eds.). (2017). The SAGE handbook of qualitative research. Sage Publications.
Dodds, R., & Butler, R. W. (2019). Tourism and Over-Tourism: Lessons from Venice. Tourism Recreation Research, 44(3), 236-243.
Elkington, J. (1997) Elkington, J. (1997). Toward a New Conception of the Environment-Competitiveness Relationship. Journal of Economic Perspectives, 9(4), 97-118.
Elkington, J. (1997). Cannibals with Forks: The Triple Bottom Line of 21st Century Business. Capstone Publishing.
Font, X., & Harris, C. (2004). Rethinking standards from green to sustainable. Annals of Tourism Research, 31(4), 986-1007.
Garcia, A. et al. (2020). "Kemitraan Komunitas dalam Pariwisata Berkelanjutan: Kasus Studi Destinasi XYZ."
Gössling, S., Scott, D., & Hall, C. M. (2012). Tourism and water: Interactions, impacts, and challenges. Channel View Publications.
Gössling, S., Scott, D., & Hall, C. M. (2013). Tourism and water: Interactions, impacts, and challenges. Channel View Publications.
Gössling, S., Scott, D., & Hall, C. M. (2020). Tourism and Water (Vol. 21). Channel View Publications.
----------------------- (2020). Tourism and water. Channel View Publications.
Gössling, S., Scott, D., & Hall, C. M. (Eds.). (2021). Tourism and Water (Vol. 22). Channel View Publications.
Hall, C. M. (2010). Tourism and regional development: New pathways. Routledge.
Hall, C. M. (2019). Tourism and Regional Development: New Pathways (Vol. 44). Routledge.
Hawkins, R., & Singh, R. K. (2017). Sustainable Manufacturing Practices: Advances in Cutting, Joining, and Forming. CRC Press.
Higgins-Desbiolles, F. (2018). Sustainable tourism: Sustaining tourism or something more? Tourism Management Perspectives, 25, 157-160.
Holden, A. (2008). Environment and tourism. Routledge.
Honey, M. (2008). Ecotourism and sustainable development: Who owns paradise? Island Press.
Honey, M., & Rome, A. (2001). The ecotourism equation: Measuring the impact. Pencari Books.
Johnson, R. B., & Onwuegbuzie, A. J. (2004). Mixed methods research: A research paradigm whose time has come. Educational researcher, 33(7), 14-26.
Lee, S. et al. (2019). "Pendidikan Wisatawan dan Dampaknya terhadap Lingkungan di Destinasi XYZ."
Patton, M. Q. (2014). Qualitative research & evaluation methods: Integrating theory and practice. Sage publications.
Sekaran, U., & Bougie, R. (2016). Research methods for business: A skill building approach. Wiley.
Sharma, S., & Henriques, I. (2005). Stakeholder influences on sustainability practices in the Canadian forest products industry. Strategic Management Journal, 26(2), 159-180.
Smith, J. et al. (2021). "Pengelolaan Taman Nasional sebagai Model Berkelanjutan: Studi Kasus di Destinasi Wisata Alam."
Sumber Referensi:
UN Global Compact. (2019). The Global Compact and the SDGs: A Business Opportunity. Retrieved from https://www.unglobalcompact.org/library/5611
UNWTO. (2018). Sustainable Tourism for Development. World Tourism Organization.
Wang, Q. et al. (2021). "Penggunaan Energi Terbarukan dalam Industri Pariwisata: Studi Kasus Destinasi XYZ."
Weaver, D. (2018). Sustainable tourism futures: Perspectives on systems, restructuring and innovations. Routledge.
Weaver, D. B. (2006). Sustainable tourism: Theory and practice. Elsevier.
------------------ (2018). Sustainable Tourism. Routledge.
Published
2023-12-31
How to Cite
Susanti, P. H., Febianti, F., Rahmawati, R. and Nirmalasari, N. L. P. I. (2023) “DESTINASI PARIWISATA RAMAH LINGKUNGAN: PRAKTIK BERKELANJUTAN YANG MENGUBAH INDUSTRI”, Jurnal Ilmiah Hospitality, 12(2), pp. 663-676. doi: 10.47492/jih.v12i2.3059.
Section
Articles