Perbandingan Bahasa Sunda-Bogor Dengan Bahasa Jawa-Cilacap: Pendekatan Leksikostatistik-Glotokronologi

  • Muhamad Ichsan Nurjam’an Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
  • Triyanto Triyanto Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
  • Nina Nina Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
  • Lestari Wulandari Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
Keywords: Kosa Kata, Leksikostatistik, Glotokronologi, Bahasa Sunda Bogor, Bahasa Jawa Cilacap

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wujud kosa kata bahasa Sunda-Bogor dengan bahasa Jawa-Cilacap dan untuk mengetahui persentase kekerabatan pada bahasa Sunda Bogor dan bahasa Jawa Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran antara kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan 200 kosa kata universal dari bahasa Sunda-Bogor dan bahasa Jawa-Cilacap menggunakan perhitungan Leksikostatistik dan perhitungan Glotokronologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara menyimak, menyadap, merekam, dan mencatat pemerolehan bahasa yang digunakan oleh narasumber. Berdasarkan perhitungan Leksikostatistik dan Glotokronologi terdapat 25% kosa kata yang berkerabat dan waktu masa pisah 33 abad pada 200 kosa kata antara bahasa Sunda Bogor dan bahasa Jawa Cilacap sehingga perbandingan kedua bahasa tersebut masuk ke dalam golongan rumpun bahasa serta terdapat perubahan fonetis, semantis dan keunikan pada bahasa Sunda Bogor dan bahasa Jawa Cilacap.

References

[1] Afria, R., Sanjaya, D., & Tiara, M. (2020). Leksikostatistik dan Grotokronologi Bahasa Melayu Palembang, Basemah Lahat, Basemah Pagaralam, dan Kayu Agung: Kajian Linguistik Historis Komparatif. Madah, 11(1), 27–42. https://doi.org/10.31503/madah.v11i1.223
[2] Alijah, S. (2019). Kekerabatan Bahasa Bugis Dan Bahasa Muna Sitti. Jurnal Humanika, 16(1), 1–1.
[3] Bighoviq, M. I. (2020). Perbandingan Kosakata Bahasa Jawa Dengan Bahasa Sunda Di Wilayah Brebes Selatan. https://lib.unnes.ac.id/38650/
[4] Chaer, Abdul. (2012). Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
[5] Gorys,Keraf. (1996). Linguistik Bandingan Historis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
[6] Indrariani, E. A. (2017). Leksikostastik Bahasa Jawa dan Bahasa Sunda. Pibsi, 3(9), 1–10. https://core.ac.uk/download/pdf/151236694.pdf
[7] Khaidir, W. K. (2017). Hubungan Kekerabatan antara Bahasa Jawa dan Sunda di Kecamatan Jambangan. Hal 915–922.
[8] Mahsun (2012). Metode Penelitian Bahasa : Tahapan Strategi,Metode,dan Tekniknya. Jakarta: Rajawali pers.
[9] Muhammad, Dewa. (2011). SEMANTIK: Teori dan Analisis. Surakarta: Yuma Pustaka.
[10] Muhammad, S. R., & Hendrokumoro, H. (2022). Hubungan Kekerabatan Bahasa Aceh, Bahasa Devayan, Bahasa Sigulai, dan Bahasa Jamee. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 5(4), 897–920.
[11] Mulyana, Deddy & Rakhmat, Jalaluddin. 2006. Komunikasi Antarbudaya. Bandung: ROSDA Karya.
[12] Sudarno (1992). Perbandingan Bahasa Nusantara. Jakarta: Arikha Media Cipta.
[13] Suparman, & Charmilasari. (n.d.). Glotokronologi Bahasa Massenrempulu dan Bahasa Mandar. Prosiding Seminar Nasional, 02(1).
[14] Tarigan, Henry Guntur. (2009). Pengajaran Analisis Kontrastif Bahasa. Bandung: Angkasa.
[15] Wartono. (2013). Leksikostatistik Dan Glotokronologi Bahasa Batak: Hubungan Kekerabatan Bahasa Batak Dialek Toba, Simalungun, Mandailing dan Karo. 9 Medan Makna, Xi(No. 1), 61–75.
[16] Zakiyah, S. N., Lyra, H. M., & Wahya. (2022). Kekerabatan Bahasa Sunda dan Bahasa Jawa Baru: Kajian Linguistik Historis Komparatif. Sastra Indonesia Dan Daerah, 12(2), 127–146.
Published
2023-12-16
How to Cite
Nurjam’an, M., Triyanto, T., Nina, N. and Wulandari, L. (2023) “Perbandingan Bahasa Sunda-Bogor Dengan Bahasa Jawa-Cilacap: Pendekatan Leksikostatistik-Glotokronologi”, Jurnal Ilmiah Hospitality, 12(2), pp. 369-378. doi: 10.47492/jih.v12i2.2914.
Section
Articles