PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA PANTAI NIPAH DESA MALAKA KECAMATAN PEMENANG KABUPATEN LOMBOK UTARA

  • Dewa Putu Raka Pratama Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
  • Siluh Putu Damayanti Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
  • Rizal Kurniansah Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Keywords: Mengatasi-Strategi, Krisis Sosial Ekonomi, Covid 19, & karyawan hotel.

Abstract

Penelitian ini membahas tentang analisis dan deskripsi partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata di Pantai Nipah Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara. Hasil penelitian diuraikan dalam beberapa jawaban terhadap rumusan masalah yaitu partisipasi masyarakat dalam pengembangan daya tarik wisata, bentuk partisipasi yang dilakukan masyarakat, partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat terbilang aktif dalam partisipasi untuk mengembangkan daya tarik wisata Pantai Nipah dalam bentuk keterlibatan masyarakat untuk mengatasi sebuah masalah yang ada, keterlibatan masyarakat dalam pengadaan sarana dan prasarana sangat baik, masyarakat juga telah melakukan kerjasama untuk menambah atraksi wisata, serta masyarakat berperan penting dalam menjaga keamanan, kelestarian atau keindahan daya tarik wisata Pantai Nipah. Masyarakat sangat peduli dengan lingkungan mereka dikarenakan ada beberapa oknum yang melakukan perusakan di Pantai Nipah sehingga masyarakat tergerak untuk berpartisipasi menjaga Pantai Nipah. Serta ditemukan bahwa pengembangan daya tarik wisata Pantai Nipah masuk dalam fase rejuvenation (peremajaan).

References

[1] Arnstein SR. 1969. A Leadder of Citizen Participation. Journal of the American Planning Association, Volume 35 (4).
[2] Butler, R.W. 1980. The Concept of a Tourism Area Cycle of Evolution: Implications for Management Resources. The Canadian Geographer, 24(1), 5-16.
[3] Damanik, Janianton 2013. Pariwisata Indonesia (Antara Peluang Dan Tantangan), Yogyakarta, Pustaka Pelajar.
[4] Febrina, Nini. (2015). Persepsi Wisatawan Tentang Daya Tarik Wisata Tirta Alami Kabupaten Padang Pariaman. Padang: Universitas Negeri Padang.
[5] Gede, I. P., Idrus, S., & Yulendra, L. (2018). Kajian Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Destinasi Wisata Di Kabupaten Lombok Utara. Undhira Bali, November, 657–662. KBBI, 2016. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
[6] Masriana. (2019). Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (community based tourism) di Pantai Ide Sorowako, kecamatan Nuha, kabupaten Luwu Timur. Universitas Muhammadiyah Makassar, 1–125.
[7] Munawaroh, R. (2017). Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat Di Taman Nasional Gunung Merbabu Suwanting, Magelang. Jurnal Elektronik Mahasiswa Pend. Luar Sekolah - S1, Volume 06(4), 374–389.
[8] Prasiasa, Dewa P. O. 2013. Destinasi Pariwisata Berbasis Masyarakat. Jakarta: Salemba Humanika.
[9] Ratnaningsih. (2014). Partisipasi Masyarakat Lokal Dalam Pariwisata (Studi Kasus Di Desa Wisata Belimbing, Tabanan, Bali). Jurnal Destinasi Pariwisata, 3(1), 45–51.
[10] Rohim. A. 2013. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Desa Wisata (Studi di Desa Wisata Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, DIY) (Doctoral dissertation, UIN Sunan Kalijaga).
[11] Rorah, D. N. P. 2012. Pengelolaan Pariwisata Berbasis Masyarakat (Community Based Tourism) di Desa Kebun Agung Kecamatan Imogiri. Jurusan Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Negeri Yogyakarta.
[12] Sastrayuda, Gumelar. 2010. Konsep Pengembangan Kawasan Ekowisata. Yogyakarta.
[13] Sugiyah. 2010. Partisipasi Komite Sekolah dalam penyelenggaraan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional di Sekolah Dasar Negeri IV Wates,. Tesis. PPs UNY. Kabupaten Kulon Progo.
[14] Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitataif dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.
[15] Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta, CV.
[16] Sukmadinata, N.S. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosadakarya.
[17] Sumaryadi, I Nyoman. (2010). Efektifitas Implementasi Otonimi Daerah. Jakarta: Citra Utama.
[18] Sunaryo, Bambang. 2013. Kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata: Konsep Dan Aplikasinya Di Indonesia. Gava Media. Yogyakarta.
[19] Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan.
[20] Wahyuddin. (2018). Analisis Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Desa di Desa Tanah Karaeng Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa. 1–102.
[21] Wilopo, Ahmad. Mawardi, Kholid. 2016. Pengelolaan Kawasan Wisata Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Berbasis CBT (Community Based Tourism) (Studi Pada Kawasan Wisata Pantai Clungkung Kabupaten Malang). Jurnal Administrasi Bisnis. Vol. 39 (2).
[22] Yusuf, A. M. (2014). Kuantitatif, Kualitatif, & Penelitian Gabungan. Jakarta: Kencana.Yuwono. 2016. Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial. Badan Penerbit Unversitas diponegoro. Semarang.
Published
2021-11-14
How to Cite
Pratama, D., Damayanti, S., & Kurniansah, R. (2021). PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA PANTAI NIPAH DESA MALAKA KECAMATAN PEMENANG KABUPATEN LOMBOK UTARA. Journal Of Responsible Tourism, 1(2), 147-154. https://doi.org/10.47492/jrt.v1i1.1002
Section
Articles