FARMER EMPOWERMENT THROUGH THE APPLICATION OF GOOD AGRICULTURE PRACTICES (GAP) RED CAYENNE CHILLI (Capsicum frutescens L.)

  • Tanjung K. Yuniasari Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
  • Tassim Billah Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
  • Yul Harry Bahar Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
Keywords: Pemberdayaan, Penerapan GAP, Cabai Rawit Merah & Penyuluh Pertanian

Abstract

Produktivitas cabai rawit merah di Kecamatan Rumpin masih rendah. Pada tahun 2019, produktivitas cabai rawit sebesar 2 ton/ha. Penerapan Good Agriculture Practices (GAP) bertujuan untuk meningkatkan produktivitas cabai rawit. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat keberdayaan petani dalam penerapan GAP cabai rawit merah, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keberdayaan petani dalam penerapan GAP cabai rawit merah, menentukan model dan strategi untuk meningkatkan keberdayaan petani dalam penerapan GAP cabai rawit merah. Penelitian telah dilakukan di Kecamatan Rumpin pada April hingga Juni 2020. Sampel penelitian yaitu 47 petani yang aktif menanam cabai rawit merah. Sampel ditentukan dengan teknik sampling jenuh. Variabel bebas meliputi karakteristik petani, peran penyuluh, ketersediaan sarana prasarana, dan ketersediaan sumber informasi serta variabel terikat yaitu keberdayaan petani. Pengumpulan data primer menggunakan instrumen berupa kuesioner. Data diolah menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat keberdayaan petani dalam penerapan GAP cabai rawit merah yaitu belum berdaya. Faktor yang berpengaruh terhadap tingkat keberdayaan petani melalui penerapan GAP yaitu luas lahan, peran penyuluh, ketersediaan sarana prasarana, dan ketersediaan sumber informasi. Model yang ditentukan dalamĀ  meningkatkan keberdayaan pada penelitian ini yaitu dengan meningkatkan faktor yang berpengaruh dalam penerapan GAP cabai rawit merah. Strategi yang digunakan untuk meningkatkan keberdayaan yaitu dengan melakukan penyuluhan mengenai penerapan titik kendali wajib sebagai prioritas pertama dan penerapan titik kendali anjuran sebagai prioritas kedua

Published
2020-07-28
Section
Articles