PEMBERDAYAAN PETANI DALAM PENGGUNAAN TEKNOLOGI Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) PADA USAHATANI BROKOLI (Brassica oleracea L.) DI DESA CIBODAS KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT

  • Sufredy Sufredy Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
  • Dwiwanti Sulistyowati Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
  • Wida Pradiana Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
Keywords: Pertanian Berkelanjutan, PGPR & Tingkat Keberdayaan

Abstract

Sistem pertanian yang berkelanjutan adalah sistem pertanian yang tidak merusak, tidak mengubah, serasi, selaras, dan seimbang dangan lingkungan atau pertanian yang patuh dan tunduk pada kaidah – kaidah alamiah. Upaya manusia yang mengingkari kaidah – kaidah ekosistem dalam jangka pendek mungkin mampu memacu produktivitas lahan dan hasil. Namun, dalam jangka panjang biasanya hanya akan berakhir dengan kehancuran lingkungan. Penurunan kesuburan tanah secara terus menerus dapat berdampak pada lingkungan sekitar terlebih didalam tanah seperti berkurangnya mikroorganisme dalam tanah untuk mengurai bahan organik hal ini akan mempengaruhi hsail produktivitas tanaman pada saat dipanen dan tanah menjadi keras akibat penggunan bahan kimia secara terus menerus. PGPR merupakan sekumpulan bakteri yang berasal dari rhizospere tanaman dan dapat dipindahkan dari habitat aslinya ke habitat lain baik secara langsung maupun melalui manipulasi terlebih dahulu. Pada habitat baru bakteri ini dapat berfungsi sama baiknya dengan habitat sebelumnya asalkan syarat tumbuh terpenuhi. Pengaruh langsung PGPR/RPTT didasarkan atas kemampuannya menyediakan dan memobilisasi atau memfasilitasi penyerapan berbagai unsur hara dalam tanah serta mensintesis dan mengubah konsentrasi berbagai fitohormon pemacu tumbuh. Kegiatan pengkajian Tugas Akhir dilaksanakan di Desa Cibodas Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Populasi pada kegiatan pengkajian ini adalah petani di Desa Cibodas, terdiri dari 3 kelompok tani hortikultura jumlah sampel pada pengkajian ini sebanyak 30 orang. Berdasarkan hasil analisis berdasarkan kuesioner, menunjukkan bahwa tingkat keberdayaan petani. Aspek pengetahuan meningkat sebesar 2,38, sikap meningkat sebesar 2,39, dan keterampilan sebesar 2,43. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa perlu adanya peningkatan pengetahuan petani melalui kegiatan penyuluhan agar para petani brokoli mampu menerapkan pertanian berkelanjutan dalam aspek budidaya tanaman.

Published
2020-07-24
Section
Articles