TINGKAT KEBERDAYAAN KELOMPOKTANI DALAM PENERAPAN GOOD HANDLING PRACTICES (GHP) KOMODITAS PADI SAWAH DI KECAMATAN LELEA KABUPATEN INDRAMAYU

  • Muhammad Afdhal Sadri Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
  • Achmad Musyadar Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
  • Azhar Azhar Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
Keywords: Keberdayaan, Padi Sawah & Good Handling Practices

Abstract

Komoditas padi menjadi penting karena produk yang dihasilkan sebagai bahan kebutuhan makanan pokok setiap hari dalam menunjang kebutuhan akan pemenuhan kalori dari beras yang dihasilkan. Padi menjadi bahan makanan pokok masyarakat Indonesia. Penilitian ini mengkaji mengenai tingkat keberdayaan kelompoktani dalam penerapan Good Handling Practices (GHP) komoditas padi sawah di Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu, dengan menggunakan 61 responden yang tergabung dalam kelompoktani aktif dengana basis usahataninya adalah komoditas padi sawah dengan menggunakan teknik pengambilan nonprobability sampling yaitu Purposive sampling. Data pengkajian terdiri atas data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, korelasi Rank spearman dan Kendall’S W. Teknik Pengumpulan data dalam pengkajian ini terdiri dari observasi, penyebaran dan pengisian kuesioner dengan bentuk skala likert dan wawancara. Terkait dengan hal ini, dilaksanakan pengkajian dengan tujuan mendeskripsikan tingkat keberdayaan kelompoktani dalam penerapan GHP komoditas padi sawah, menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat keberdayaan kelompoktani dan merumuskan strategi pemberdayaan kelompoktani dalam penerapan GHP komoditas padi sawah. Dari hasil pengkajian diperoleh bahwa tingkat keberdayaan kelompoktani dalam penerapan GHP komoditas padi sawah masuk dalam kategori tinggi dengan persentase 82%. Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat keberdayaan kelompoktani terdiri dari luas lahan garapan, intensitas penyuluhan dan ketersediaan sarana prasarana pertanian. Strategi peningkatan keberdayaan kelompoktani dalam penerapan GHP komoditas padi sawah disajikan dalam bentuk model dan rancangan kegiatan penyuluhan. Rancangan kegiatan penyuluhan terdiri dari penentuan materi penyuluhan dengan nilai mean rank terendah yang mejadi fokus dalam penyampaian materi penyuluhan yaitu mesin pengering gabah Flat Bed Dryer dan penggilingan gabah, pemilihan media dan metode penyuluhan yang digunakan dengan penyesuaian kondisi dilapangan.

Published
2020-07-24
Section
Articles