PENGGUNAAN PUPUK BIO MIKORIZA PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonium L) SEBAGAI SALAH SATU PENERAPAN PERTANIAN BERKELANJUTAN

  • Fikri Fatkhurrahman Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
  • Siswoyo Siswoyo Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
  • Azhar Azhar Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
Keywords: Pertanian Berkelanjutan, Pupuk Mikoriza & Perilaku

Abstract

Pertanian berkelanjutan merupakan salah satu konsep yang tercipta dari buah pikiran manusia bahwa lingkungan tempat manusia berada harus tetap dilestarikan, seiring berkembangnya industrialisasi beserta dampak yang ditimbulkan. Konsep ini menjunjung pada optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam diimbangi dengan pemulihan alam itu sendiri, atau pelaksanaan pertanian dengan memperhatikan kapasitas dari alam itu sendiri. Praktek budidaya secara konvensional oleh para petani dengan penggunaan bahan - bahan kimia sintetik yang terus meningkat menyebabkan terjadinya endapan pada media tanam, sehingga perlunya input bahan untuk mengoptimalkan kembali fungsi tanah. Mikoriza merupakan sebuah jamur obligat yang memiliki fungsi untuk perakaran pada tanaman, dilain sisi jamur ini mampu menguraikan unsur – unsur dalam tanah sehingga menjadi cadangan nutrisi baik tanaman atau mikroorganisme lain dalam tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengubah perilaku petani baik pengetahuan, sikap ataupun keterampilan tentang pentingnya pertanian berkelanjutan jika ditinjau dari segi agro production atau budidaya tanaman dengan pemanfaatan pupuk mikoriza. Penelitian ini berlokasi di Desa Pabedilan Wetan, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon dengan sampel yaitu petani bawang merah yang tergabung dalam kelompok tani baik ketua, pengurus atau anggota aktif/pasif dengan jumlah total 32 petani. penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif dengan penyebaran kuesioner melalui wawancara dan diskusi dalam penyuluhan. Berdasarkan hasil perbandingan pre test dan post test yang didapat, menunjukkan bahwa terdapat perubahan perilaku melalui penyuluhan pertanian. Aspek pengetahuan meningkat sebesar 28,7%, sikap meningkat sebesar 30,6% dan keterampilan sebesar 43,4%. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa para petani bawang mampu untuk menerapkan pertanian berkelanjutan dalam aspek budidaya tanaman, dengan catatan bimbingan dan monitoring oleh stakeholder pertanian.

Published
2020-07-24
Section
Articles