PEMANFAATAN LIMBAH KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) SEBAGAI PUPUK ORGANIK PADA TANAMAN SAWI HIJAU DI KECAMATAN CARINGIN KABUPATEN GARUT

  • Lisda Nopitasari Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
  • Siswoyo Siswoyo Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
  • Azhar Azhar Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
Keywords: Kapasitas, Pengetahuan, Keterampilan, Pupuk Organik & Limbah Kacang Tanah

Abstract

Penggunaan pupuk organik di kalangan petani masih perlu ditingkatkan karena   masih sangat sedikit petani yang mengaplikasikan pupuk organik untuk kebutuhan budidaya dilapangan, sehingga dampak terhadap penggunaan pupuk kimia yang terus- menerus dan melebihi ambang dosis pemakaian yang dianjurkan. Pemberian pupuk kimia yang terus-menerus memberikan dampak negatif terhadap kondisi tanah dalam jangka waktu yang cukup panjang. Solusi untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia secara berlebihan adalah dengan memanfaatkan limbah-limbah sisa panen yang biasanya dibuang kemudian diolah dan dijadikan pupuk organik. Limbah kacang tanah merupakan salah satu limbah sisa panen yang dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik dimana pupuk organik kacang tanah mengandung unsur hara makro dan mikro yang lengkap. Rendahnya tingkat pengetahuan dan keterampilan petani mengenai pemanfaatan limbah sebagai pupuk organik perlu dijadikan prioritas dalam kegiatan penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kapasitas petani dalam pemanfaatan limbah kacang tanah sebagai pupuk organik, faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat kapasitas petani serta strategi apa saja yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam pemanfaatan limbah sebagai pupuk organik. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Purbayani Kecamatan Caringin Kabupaten Garut pada tanggal 13 april samapi dengan 30 Juni 2020. Sampel penelitian sebanyak 36 orang petani kacang tanah dengan teknik pengambilan sampel yaitu quota sampling. Peubah penelitian ini terdiri dari karakteristik petani, dan frekuensi penyuluhan. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan sebesar 23.45% setelah dilakukan penyuluhan pada aspek pengetahuan dan 70.45% pada aspek keterampilan

Published
2020-07-24
Section
Articles