TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG SKALA PNGUKURAN NYERI DI RSUD TAGULANDANG PROVINSI SULAWESI UTARA

  • Ellen Bawole Universitas Harapan Bangsa
  • Rahmaya Nova Handayani Universitas Harapan Bangsa
  • Etika Dewi Cahyaningrum Universitas Harapan Bangsa
Keywords: Tingkat Pengetahuan, Skala Nyeri

Abstract

Latar belakang : Nyeri adalah suatu pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan berkaitan dengan kerusakan jaringan yang aktual dan potensial ataupun suatu keadaan yang menggambarkan terjadinya suatu kerusakan. Nyeri dijadikan sebagai vital sign kelima setelah napas, tekanan darah, nadi, dan suhu. Begitu pentingnya penanganan nyeri sehingga Profesional Pemberi Asuhan dalam hal ini perawat dituntut untuk mampu melakukan manajemen nyeri. Manajemen nyeri dimulai dengan penilaian nyeri yang akurat dan dilakukan menyeluruh. Untuk dapat melakukan penilaian nyeri maka perawat harus mengetahui alat pengkajian nyeri yaitu skala pengukuran nyeri sehingga perawat mampu mengaplikasikan skala pengukuran nyeri itu sendiri sesuai dengan kondisi pasien. Tujuan : untuk mengetahui tingkat pengetahuan perawat tentang skala pengukuran nyeri di RSUD Tagulandang Provinsi Sulawesi Utara. Metode penelitian : bersifat deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yaitu menggambarkan data tingkat pengetahuan perawat terhadap skala pengukuran nyeri melalui kuesioner. Hasil penelitian : berdasarkan karakteristik jenis kelamin terbanyak adalah perempuan yaitu 87,5%. Berdasarkan karakteristik usia terbanyak adalah usia 31 – 40 tahun yaitu 56,3%. Berdasarkan karakteristik lamanya bekerja terbanyak adalah lama bekerja > 10 tahun yaitu 40,6%. Berdasarkan data yang dikelola maka didpatkan tingkat pengetahuan perawat tentang skala pengukuran nyeri di RSUD Tagulandang Provinsi Sulawesi Utara adalah pada kategori kurang yaitu 40,6%.

Author Biographies

Ellen Bawole, Universitas Harapan Bangsa

Program Studi Keperawatan Anestesiologi Program Sarjana Fakultas Kesehatan

Rahmaya Nova Handayani, Universitas Harapan Bangsa

Program Studi Keperawatan Anestesiologi Program Sarjana Fakultas Kesehatan

Etika Dewi Cahyaningrum, Universitas Harapan Bangsa

Program Studi Keperawatan Program Diploma Tiga Fakultas Kesehatan

References

[1] Arikunto, Suharsimi (2006). Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktek). Jakarta: Rineke Cipta
[2] Arikunto, Suharsimi (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineke Cipta
[3] Batiha A. M. (2014). Pain management barriers in critical care units: A qualitative study. International Journal of Advanced Nursing Studies, 3 (1), 1.
[4] Casey & Georgina. (2011). Pain – the Fifth vital sign. New Zealand: Continiung Professional Development
[5] Chuandry. (2015). Konsep Pain-free Hospital. Studylibid.com https://studylibid.com. Pada tanggal 10 Februari 2022
[6] Cohen M, Quintner J, Van Rysewyk S, Reconsidering the IASP definition of pain. PAIN Reports 2018. DOI 10. 1097/PR9.0000000000000634
[7] DPD PORMIKI DKI Jakarta. 2017. Standar Nasional Akreditasi RS (SNARS) ed.1 Tahun 2017
[8] Lambogia Anjelita, 2010. Hubungan Perilaku Dengan Kemampuan Perawat Dalam Melaksanakan Keselamatan Pasien (Patient Safety) Di Ruang Akut Instalasi Gawat Darurat Rsup Prof. DR. R. D Kandou. Program studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran. e – journal.
[9] Mubarak, Wahid Iqbal dan Cahyatin, Nurul. 2008. Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC
[10] Masturoh, I., N. Anggita. 2018. Metodologi Penelitian Kesehatan. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta.
[11] Moleong, L. J. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
[12] Morton, P.G., Fontaine, D.K. (2013). Essential of critical care nursing. wolters kluwer health : Lippicontt William & Wilkins.
[13] NANDA International . 2012. Nursing Diagnosis: Definition & Classifications 2012-2014. Jakarta: EGC.
[14] Nursalam. (2015). Metodologi Ilmu Keparawatan, edisi 4. Jakarta. Salemba Medika.
[15] Notoatdmojo. 2014. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : PT. Rineke Cipta.
[16] Notoatdmojo. 2018. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT. Rineke Cipta
[17] Potter P. A., & Perry, A. G. (2006). Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses dan Praktik. Edisi 4 volume 1. Jakarta. EGC
[18] Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 26 Tahun 2019 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan
[19] Potter P. A., & Perry, A. G. (2010). Fundamental Of Nursing : Consep, Procces and Practice. Edisi 7. Vol 3. Jakarta : EGC
[20] Pratama adhi pratama, 2017 Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Penerapan Patient Safety Dengan Persepsi Oleh Perawat di RSUD Dr. Soediran Mangoen Soemarso Wonogiri. Program Studi Keperawatan Departemen Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro
[21] Rolinson, D, & Kish (2017). Care Concept In Advanced Nursing. Mosby A Harcourt Health Science Company. Alliedhealth.
[22] Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.
[23] Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : PT.Alfabet.
[24] Undang-undang Nomor 38 tahun 2014 tentang Keperawatan
[25] Wahyuningsih, Marni. (2014). Efektifitas Aromaterapi Lavender (Lavandula Angustifollia) dan Masage Effleurage Terhadap Tingkat Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif pada Primigravida di BPD dan Ruang Ponek RSUD Karanganyar. Skripsi. Surakarta : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Kusuma Husada.
[26] Yudiyanta, Novita. (2015). Assesment Nyeri. Patient Comfort Assesment Guide
Published
2022-11-28
How to Cite
Bawole, E., Handayani, R., & Cahyaningrum, E. D. (2022). TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG SKALA PNGUKURAN NYERI DI RSUD TAGULANDANG PROVINSI SULAWESI UTARA. Jurnal Inovasi Penelitian, 3(7), 6843-6848. https://doi.org/10.47492/jip.v3i7.2187
Section
Articles