TINGKAT ADOPSI PETANI DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI JAJAR LEGOWO SUPER 2:1 DI KECAMATAN LELEA KABUPATEN INDRAMAYU

  • Yudha Permana Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
  • Achmad Musyadar Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
  • Azhar Azhar Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
Keywords: Teknologi Jajar Legowo Super, Penyuluhan & Adopsi

Abstract

Teknologi sistem tanam padi jajar legowo super sendiri merupakan teknologi yang belum cukup lama diperkenalkan oleh penyuluh kepada petani. Pada tahun 2016 teknologi sistem tanam jajar legowo super sudah mulai dikenalkan di Kabupaten Indramayu (BPTP Jawa Barat, 2016). Akan tetapi hingga saat ini penerapan teknologi sistem tanam jajar legowo super masih cukup rendah dengan tingkat penerapan yang sesuai dengan anjuran sebanyak 35% (Programa Kecamatan Lelea, 2017). Hal ini juga disebabkan oleh pemahaman dan penguasaan penerapan paket teknologi yang kurang dapat dipahami oleh petani secara utuh sehingga penerapan teknologinya rendah. Berdasarkan hasil penelitian dari delapan indikator peubah pada tabel yang memberikan pengaruh signifikan hanya empat indikator saja. Dimana indikator yang memberikan pengaruh signifikan terhadap tingkat adopsi petani dalam penerapan teknologi jajar legowo super 2:1 di antaranya adalah (1) sarana dan prasarana, (2) kelompoktani, (3) kegiatan penyuluhan, (4) akses informasi dan teknologi. Sedangkan indikator peubah yang tidak memberikan pengaruh terhadap tingkat adopsi petani dalam penerapan teknologi jajar legowo super 2:1 di antaranya (1) umur, (2) pendidikan formal, (3) lama berusahatani dan (4) luas lahan usahatani. Selain itu prioritas penyuluhan diutamakan pada aspek: (1) Penggunaan Jajar Legowo, (2) Penggunaan Bibit Umur Muda, (3) Penerapan Jarak Tanam. Ketiga aspek tersebut yang palig besar menentukan tingkat adopsi petani terhadap pengggunaan teknologi jajar legowo.

Published
2020-07-29
Section
Articles