TINGKAT ADOPSI PETANI DALAM PENERAPAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU PADI SAWAH (Oryza sativa L.) DI KECAMATAN RAMAN UTARA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR PROVINSI LAMPUNG

  • Reza Tri Pamungkas Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
  • Achdiyat Achdiyat Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
  • Tri Ratna Saridewi Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
Keywords: Tingkat adopsi petani, Pengendalian Hama Terpadu

Abstract

Pengendalian Hama Terpadu (PHT) sudah dikenalkan kepada petani oleh penyuluh melalui program Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) dan pembinaan lanjutan untuk melatih petani agar menerapkan PHT. Namun, tercatat dalam programa tingkat Desa Rejo Binangun Kecamatan Raman Utara Tahun 2019 produktivitas padi di Kecamatan Raman Utara masih kurang maksimal dengan rata-rata produktivitas sebesar 4,1 ton/ha lebih rendah dari rata-rata produktivitas kabupaten sebesar 5,2 ton/ha di sebabkan oleh  maraknya serangan hama dan belum menerapkan pengendalian hama dan penyakit secara terpadu dengan baik. Pengkajian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat adopsi petani, dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat adopsi tanaman padi sawah. Berdasarkan hasil pengkajian dari 45 orang sampel responden, 25 orang atau 55,5% responden berada pada tingat adopsi sedang, sedangkan 20 orang atau 44,4% responden berada pada tingkat adopsi tinggi. Faktor-faktor yang berhubungan terhadap tingkat adopsi petani yaitu luas lahan, dukungan kelembagaan petani, proses penyuluhan, karateristik inovasi. Strategi berupa penyuluhan dan pembinaan untuk meningkatan adopsi petani harus dilakukan.

Published
2020-07-29
Section
Articles