PENDAMPINGAN PENGELOLAAN DESA WISATA RINTISAN ‘GIONG SIU’ KELURAHAN BABAKAN KOTA MATARAM

  • Gugung Gumilar Politeknik Pariwisata Lombok
  • Abdul Hanaan Politeknik Pariwisata Lombok
  • Muhammad Satrio Politeknik Pariwisata Lombok
  • Sri Wahyuni Politeknik Pariwisata Lombok
  • Muh. Ilham H Politeknik Pariwisata Lombok
  • Abdul Hadi Politeknik Pariwisata Lombok
  • Sopiah Ariani Politeknik Pariwisata Lombok
Keywords: Desa Wisata Rintisan; ‘Giong Siu’; Hutan Kota; Camping Ground

Abstract

Kawasan wisata ‘Giong Siu’ Kelurahan Babakan, Kota Mataram memiliki potensi wisata alam terutama sebagai ground camping hutan kota untuk dapat dikembangkan menjadi pusat wisata baru bagi warga kota Mataram dan sekitarnya. Hutan Kota ‘Giong Siu’ menjadi destinasi wisata baru di Kota Mataram menjadi alternatif untuk warga kota dan sekitarnya yang secara potensial dapat memberi nuansa baru di tengah hiruk pikuk kehidupan kota. Keberadaan ‘Giong Siu’ (seribu ayunan secara arti harfiah) memerlukan ‘uluran tangan’ pemerintah dan para stakeholder untuk dikembangkan lebih lanjut karena keberadaannya baru terendus oleh masyarakat sekitar sebagai sebuah potensi wisata camping ground di tengah kota. Politeknik Pariwisata Lombok melalui unit P3M memberikan mandat kepada tim PKM Mataram untuk memberikan andilnya sebagai akademisi untuk mengimplementasikan tri dharma perguruan tinggi dalam bentuk pengabdian pada masyarakat, dan yang menjadi lokus tim adalah desa wisata rintisan  ‘Giong Siu’ Babakan, Kota Mataram. Proses pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini adalah observasi, wawancara Focus Group Discussion (FGD) dan workshop atau praktek lapangan. Pada pelaksnaannya, para peserta mengikuti FGD di hari pertama Bersama dengan para stakeholder untuk memebrikan masukan dan atensi kepada keberadaan desa wisata ‘Giong Siu’ Babakan dan dilanjutkan dengan pelatihan di lapangan pada hari berikutnya. Peserta adalah POKDARWIS ‘Bahana Lestari’ yang berjumlah 14 orang untuk diberikan pembekalan dalam pengelolaan desa wisata serta pelayanan prima kepada pengunjung

References

[1] Agustin, M., Sarma, M., & Baga, L. M. (2022). Marine Tourism Development Strategy In Pramuka Island, Thousand Islands Regency, Dki Jakarta. Management Studies and Entrepreneurship Journal, 3(5), 3133–3149. http://journal.yrpipku.com/index.php/msej
[2] Al-Bahri, F. P., Ihsanuddin, I., & Syafwandhinata, J. (2020). IbM Pelatihan Pembuatan Paket Wisata Tematik Sejarah, Pelayanan Prima dan Tour Guide Bagi Pengelola Wisata. Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia, 1(1), 1–9. https://doi.org/10.35870/jpni.v1i1.1
[3] Anggoro, A. D., Susanto, H., Arifin, R., Nugroho, O. C., & Purwati, E. (2023). Manajemen Event Budaya Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Ponorogo. 7(1), 570–580. https://doi.org/10.58258/jisip.v7i1.4434/http
[4] Budhi Pamungkas Gautama, Yuliawati, A. K., Nurhayati, N. S., Fitriyani, E., & Pratiwi, I. I. (2020). Pengembangan Desa Wisata Melalui Pendekatan Pemberdayaan Masyarakat. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(4), 355–369. https://doi.org/10.31949/jb.v1i4.414
[5] Peraturan Menteri Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa
[6] Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa
[7] Widjaja, HAW. 2014. Otonomi Daerah dan daerah Otonom. Jakarta: Rajawali Pers.
Published
2023-12-22
How to Cite
Gumilar, G., Hanaan, A., Satrio, M., Wahyuni, S., H, M., Hadi, A., & Ariani, S. (2023). PENDAMPINGAN PENGELOLAAN DESA WISATA RINTISAN ‘GIONG SIU’ KELURAHAN BABAKAN KOTA MATARAM. E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(3), 329-334. https://doi.org/10.47492/eamal.v3i3.3010