REKAYASA MESIN PEMBUAT PUPUK ORGANIK BERBENTUK PELET DARI CAMPURAN SAMPAH ORGANIK DAN KOTORAN SAPI DI KELURAHAN WIDARAPAYUNG WETAN

  • Nurlinda Ayu Triwuri Teknik Pengendalin Pencemaran Lingkungan, Politeknik Negeri Cilacap
  • Oto Prasadi Teknik Pengendalin Pencemaran Lingkungan, Politeknik Negeri Cilacap
  • Ayu Pramita Teknik Pengendalin Pencemaran Lingkungan, Politeknik Negeri Cilacap
  • Ilma Fadlilah Teknik Pengendalin Pencemaran Lingkungan, Politeknik Negeri Cilacap
  • Fadhillah Hazrina Teknik Listrik, Politeknik Negeri Cilacap
  • Laura Sari Teknik Informatika, Politeknik Negeri Cilacap
  • Dwi Novia Teknik Informatika, Politeknik Negeri Cilacap
Keywords: Mesin, Pupuk Organik, Pelet, Widarapayung

Abstract

Permasalahan yang dialami oleh warga di Desa Widarapayung Wetan Kecamatan Binangun adakah minimnya pengetahuan warga tentang teknik pengolahan lombah kotoran ternak dan sampah organik menjadi produk yang bermanfaat. Melalui kegiatan pengabdian ini, dipandang perlunya ada pendampingan program produksi pupuk organik menggunakan mekanisasi pakan mandiri atau buatan sendiri. Memanfaatkan kotoran ternak dan sampah organik yang menumpuk di lingkungan Widarapayung menjadi pupuk organik dalam bentuk pelet dapat menjadi solusi alternatif bagi warga jika dihadapkan dalam kondisi sulitnya membeli pupuk NPK pabrik, jika harga satuan melonjak tinggi. Sampah organik    yang berserakan akan diolah dengan baik sehingga dapat meningkatkan daya dukung lingkungan dan meningkatkan pendapatan peternak dan petani. Disamping itu, karena memanfaatkan bahan sisa peternakan dan pekerbunan warga, maka secara tidak langsung dapat meningkatkan produktifitas warga Widarapayung. Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan introduksi pemanfaatan teknologi kepada warga Widarapayung melalui pendampingan dan pelatihan  untuk meningkatkan wawasan IPTEK bagi warga Widarapayung, selain itu untuk meminimalkan ketergantungan warga dengan produk pabrikan. Mesin pembuat pelet dibuat dengan kapasitas produksi 120 kg/jam. Mesin pelet yang dibuat digerakan oleh mesin diesel dengan kapasitas 6,5 HP, kapasitas maksimal 7 HP, dan kecepatan 2600 rpm. Secara keseluruhan mesin ini sangat efektif untuk menghasilkan pupuk organik dalam bentuk pelet. Strategi penyampaian materi dilakukan dengan memberikan pelatihan langsung kepada warga Widarapayung. Hasil dari pengabdian ini adalah bekal ilmu teknologi yang telah diwujudkan dalam bentuk mesin pelet, bahan baku, komposisi, dan proses produksi.

References

[1] Sarwani, Nardi Sunardi, E. Nurzaman AM, Masno Marjohan, Hamsinah. (2020). Penerapan Ilmu Manajemen dalam Pengembangan Agroindustri Biogas dari Limbah Kotoran Sapi yang Berdampak pada Kesejahteraan Masyarakat Desa Sindanglaya Kec. Tanjungsiang, Kab. Subang. Jurnal Abdi Masyarakat 1(2), 75-86.
[2] Khairul Ikhsan, Mawardi, A. Jannifar, Zaimahwati. (2018). Rancang Bangun Alat Simulator Gearbox Untuk Pengujian Kinerja Minyak Pelumas. Jurnal Mesin Sains Terapan 2(2).
[3] Darmanto, S. (2013). Rancang Bangun Mesin Pengolah Pupuk Kotoran Sapi. 13(1), pp. 1-7.
Published
2022-01-20
How to Cite
Triwuri, N., Prasadi, O., Pramita, A., Fadlilah, I., Hazrina, F., Sari, L., & Novia, D. (2022). REKAYASA MESIN PEMBUAT PUPUK ORGANIK BERBENTUK PELET DARI CAMPURAN SAMPAH ORGANIK DAN KOTORAN SAPI DI KELURAHAN WIDARAPAYUNG WETAN. E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 839-846. Retrieved from https://stp-mataram.e-journal.id/Amal/article/view/1221
Section
Articles